Pages

Monday, April 16, 2012

Balada Ujian Nasional


Hari ini adalah hari kedua ujian nasional bagi siswa SMA
SD dan SMP menyusul kemudian, adik saya yang kelas 6 SD pun akan segera ujian

Tiba-tiba ingatanku menerawang kesaat itu
Saat Ujian Nasional tiba, ada rasa stress melanda
Kekhawatiran terbesar adalah jikalau nanti tidak lulus ujian
Bagaimana jadinya?
Malu pasti, pada kawan-kawan, pada tetangga, terutama pada orang tua

Tak bisa dibayangkan betapa horornya
Jika nama kita terpampang dengan tulisan tidak lulus
Ketakutan itu bahkan membuyarkan fokus pada SPMB
Karena jika tidak lulus, maka tidak ada ujian ulangan
Hanya bisa ikut kejar paket C
Sama saja dengan usaha kita selama 3 tahun akan sia-sia saja
Karena kejar paket C memang (biasanya) untuk yang tidak sekolah di SMA

Perasaan tertekan membuat siswa berbuat segala cara untuk lulus Ujian Nasional
Bahkan dengan mencontek teman atau melihat catatan
Perbuatan yang pertama ini yang paling sering dilakukan
Termasuk saya dulu, saking takutnya tidak lulus, membuat kehilangan rasa percaya diri
Saya pun sempat tengok kanan kiri depan belakang

Jangan hanya salahkan muridnya
Tapi coba lihat lagi keadaan,sistem yang mengharuskan
mempunyai nilai baik disegala mata pelajaran
Bahkan seorang Habibie pun mungkin akan kesulitan menjawab soal
Dari pelajaran yang bukan kesukaannya

Saya pernah mendengar langsung dari Ustadz Herry Nurdi
Seorang penulis jempolan yang mengaku dirinya lemah dalam hal matematika
Bahkan gaya khasnya, beliau mengaku nilai matematikanya tak pernah bagus
Apa ia termasuk orang gagal? Saya rasa tidak.

Karena untuk sukses itu kita hanya perlu satu bidang yang benar-benar kita kuasai
Bukan semua bidang seperti yang diajarkan di sekolah

Manusia ditakdirkan untuk menyukai sesuatu dan tidak menyukai sesuatu
Saya suka menggambar, maka jangan paksa saya jadi seorang dokter
Anda suka matematika, maka saya pun tidak mengharapkan anda jago menggambar
Karena kita punya passion yang kita sendiri sukai

Apa pantas, Ujian Nasional dibuat seperti ini?
Jika gagal maka kiamat kecil bagi yang tidak lulus
Jika gagal, maka di fulan bunuh diri
Apa ini cara mendidik generasi bangsa ini?

Apa pantas, anak-anak sudah disuguhi berbagai standar tang mengekang?
Sejuta pertanyaan untuk carut-marutnya pengelolaan pendidikan negeri ini

Wednesday, March 28, 2012

Peta Rute Perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek




dalam statistik blog saya,
pertama yang paling banyak dilihat orang adalah
tulisan tentang trayek angkot bekasi
luar biasa, diluar perkiraan saya

saya yang tidak terlalu tertarik dengan SEO
tentu merasa sureprise

kali ini, saya ingin  sedikit berbagi lagi
kali ini tentang rute KRL Commuter Line
di Jabiodetabek
berhubung saya setiap hari naik kereta

perlu diketahui bahwa
dari bekasi menuju ke jakarta ada tiga alternatif
yang ingin ke gambir atau kota bisa sekali jalan tanpa transit
yang ingin ke tanah abang, transit dahulu di manggarai
yang ingin ke senen, transit di jatinegara

antara manggarai dan jatinegara terhubung kereta lingkar
yang berkeliling tanah abang, angke, senen sampai jatinegara

untuk kereta depok ada dua pilihan langsung
yaitu lewat gambir dan lewat tanah abang tanpa transit
lebih mudah karena tanpa transit
namun, untuk jumlah penumpang tentunya lebih nyaman bekasi

sila dilihat gambarnya,
stasiun transit adalah manggarai, jatinegara, dan tanah abang
tanah abang biasanya untuk kereta ke serpong

selamat menikmati commuter line yang bebas macet
dengan naik kendaraan umum, kita telah bertindak nyata
mengurangi kemacetan di jakarta
kalau pemerintah ga niat
kita sendiri lah yang memberikan solusi

Tuesday, March 27, 2012

Terlalu Keras Beragama Justru Membuat Kita Tumbang

Dien ini jika kita jalani dengan terlalu keras akan membuat kita  tumbang dengan sendirinya.
Ah masak? Bukankah dalam menjalankan Islam itu kita harus berusaha keras
bahkan sampai titik darah penghabisan?
Kita nggak boleh menjadi orang Islam yang setengah-setengah.

Memang itu benar bahkan guru Agama Islam saya ketika tingkat I Kuliah
Mengatakan bahwa kita itu terbagi menjadi dua, hitam dan putih
Tidak ada abu-abu, yang abu-abu hanya orang munafik.
Tidak mau kan dibilang orang munafik?
Maka pilih salah satunya.

Tapi bukan begitu maksud saya soal pernyataan di atas
Kita juga harus ingat firman Allah dalam QS An Najm: 43
“Dan Bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis”
Ada tawa, ada juga tangis. Itulah dua sisi kehidupan.
Tawa atau kesenangan bukan hal yang diharamkan oleh Allah

Rosululloh pun ketika sedang bersama Aisyah pada suatu saat,
Beliau pernah mengajak istrinya tersebut lomba lari
Tentu bukan masalah menang atau kalah, namun ada unsur kesenangan disana
Menyenangkan diri dan istri.

Manusia, memang ditakdirkan mempunyai rasa bosan
Makanya ketika saya mendapati sebuah buku Siroh Nabawiyah
Dengan gambar yang menarik, saya ajak istri untuk membelinya
Karena buku yang ada sebelumnya lebih membuat saya bosan membaca.
Padahal kisah hidup yang dituturkan disitu adalah kisah hidup terbaik
Yang pernah terjadi dalam episode kehidupan umat manusia.
Sayang sekali jika kita mudah bosan membacanya karena kurang menarik
Dari sisi visual.

Sudah banyak saya menyaksikan episode kehidupan anak manusia
Ada yang begitu semangatnya mempelajari Islam
Bahkan menurut saya terlalu bersemangat
Namun justru pada akhirnya futur dan meninggalkan barisan dakwah ini

Kita tentunya tidak mau menjadi futur dan tertinggal dalam barisan dakwah
Yang mulia ini.

Dahulu ketika ada sahabat yang semangat membaca Al QurĂ¡n
Rosululloh memberi batasan untuk maksimal tiga hari khatam
Tujuannya apa? Tentunya untuk membiarkan diri kita mencerna isinya
Dan agar kita tidak terlalu berlebihan dalam beribadah.

Khalifah Al Ma’mun bahkan menjadikan aktifitas
Membaca, jalan-jalan, duduk bersantai, dan berbaring sebagai
Aktifitas rutinnya sebagai Khalifah.
Khalifah Al Ma’mun berujar “Jiwa ini sungguh mudah sekali merasakan kebosanan”

Manusia ketika bekerja juga membutuhkan beristirahat
Menyegarkan diri sehingga tumbuh energi baru dalam diri
Jika kita terus bekerja, tentu akan merobohkan kita sendiri

Sungguh, menghibur diri dengan membaca, bersantai, tidur, berolahraga, dan jalan-jalan adalah
cara kita mengatasi kebosanan. Bukan karena terlena akan dunia,
tapi untuk mengisi energi kita agar kembali bersemangat lagi beribadah.

Saya kembali teringat oleh ucapan seorang sahabat saya ketika saya bertanya
“kok tilawahnya cuma dikit sih?”
“nggak papa dikit-dikit, yang penting rutin”jawabnya.

Semoga kita dapat memanfaatkan waktu kita untuk beristirahat dan refreshing
Dengan sebaik-baiknya, sehingga terhindar dari aktifitas yang melalaikan.

Benar jika kita terlalu keras menjalani dien ini akan membuat kita tumbang atau minimal bosan.