Pages

Sunday, December 18, 2011

Pelajaran untuk Suster Ngesot Gadungan




Beberapa hari ini beredar berita menggelikan tentang suster ngesot gadungan
Yang apesnya kena tendangan sepatu satpam
Lucunya lagi, orang tua dari si suster ngesot menggugat pihak apartemen
Untung saja, pihak apartemen membela satpam
Bagaimana jika pak satpam tersebut sendirian di tuntut?
Kasihan kan?

video dari youtube

Jika saya menjadi satpam yang saat itu bertugas
Kondisi malam hari dan memang tugas satpam adalah menjaga keamanan apartemen
Ketika salah satu lift terbuka, ada penampakan menyeramkan diluar
Saya sebagai satpam maka akan berusaha melawan sosok menyeramkan itu dong
Mungkin, tidak hanya menendang si suster ngesot gadungan itu

Alangkah tidak bijaksananya pihak suster ngesot
Jika terus menuntut pihak apartemen

Ngapain sih ngasih kejutan ulang tahun dengan dandan suster ngesot?
Itu masih untung satpamnya ga jantungan, kalo jantungan apa mau tanggung jawab?
Lalu, apakah pihak suster ngesot gadungan ini sudah meminta izin ke pihak apartemen
Untuk mengadakan acara menyeramkan ini?

Seyogyanya pihak suster ngesot legowo
Dan menjadikannya sebagai pelajaran
Bukan malah menuntut apartemen


Wednesday, December 14, 2011

Stand up guys!



Benar, saya ingin menulis tentang ini
Tentang Program USM Diploma IV tahun 2011
Sungguh miris melihat data peserta yang lulus USM DIV tahun 2011
Per jurusan hanya berjumlah 30-31 orang saja
Bagaimana mungkin?
Padahal tahun lalu per jurusan paling tidak ada 3 kali lipatnya

Apa yang salah?
Apa ini semuanya ada hubungannya dengan Diploma III yang tidak ada penerimaan tahun 2011?
Sepertinya

Saya memang memutuskan tidak masuk D4 tahun ini karena beberapa alasan
Yang terkuat tentu saja agar bisa bersama istri saya di bekasi
Jarak Bekasi – Bintaro tentunya terlalu melelahkan untuk dibawa PP
Kedua soal cicilan rumah, saya sepertinya akan menemui banyak kendala
jika harus masuk D4 sedangkan saya masih ada tanggungan rumah 9 tahun lagi bersama istri

Ok, saya ikut ujian D4 untuk memenuhi syarat dari kantor berupa 2 kali gagal saja

Namun, sebagai manusia saya tentunya ada rasa penasaran
Melihat hasil ujian D4 tahun ini
Logikanya, saya yang hanya menjawab beberapa soal D4 tentu tak akan lulus
Tapi, takut lulus itu tetap ada

Alhamdulillah, ketika saya melihat hasilnya
Saya tidak mendapati nama saya di 31 orang terpilih itu
Lega, tapi berontak
Apa-apaan ini hanya 31 orang di jurusan Akuntansi Kurikulum Khusus?
Well, mungkin memang inilah kebijakan RI 20
Mau diapakan lagi?
Kita harus menunggu kebijakan baru dari RI 20 yang baru pula
Kita doakan saja

Well, buat kawan-kawanku se almamater yang ingin masuk D4
Gagal masuk D4 bukan berarti kita gagal dalam hidup
Allah punya cara tersendiri untuk hidup kita
Tentunya itu yang terbaik

Misalnya coba lagi tahun depan
Atau seperti saya yang memilih kuliah diluar secara swadaya
Lebih bebas tekanan, ga nambah-nambah waktu ikatan dinas

So, stand up guys!
#standupguys

NB: saya lampirkan syarat2 izin kuliah di luar
legalisir

Thursday, September 29, 2011

Profesionalisme Sepak Bola



Sepakbola adalah olahraga dengan usia ekonomis yang pendek bagi pemain. Jika si pemain disiplin dan pandai menjaga kebugaran dirinya maka ia akan sedikit lebih beruntung menkmati masa jayanya di sepakbola.Ciri Profesional sejati adalah yang pandai menjaga kebugaran dirinya. Lihat saja Kapten Inter, Javier Zanetti, Ryan Giggs, Francesco Totti, atau bahkan Alessandro Del Piero yang masih fit dan menjadi pemain kunci bahkan kapten di tim masing-masing. Mereka masih cukup kompetitif melakoni laga kelas atas. Bahkan dalam pertandingan Inter kontra Bologna pekan lalu terlihat kualitas dari Zanetti  yang di juluki si Traktor ini. Saat itu Zanetti beradu depat dengan Rene Krhn yang baru berusia 22 tahun. Zanetti membawa bola dan Krhn mencoba merebutnya. Tentu saja membawa bola dengan kecepatan tinggi lebih sulit daripada mengejarnya tanpa bola. Zanetti yang berusia 38 tahun itu ternyata lebih cepat dari Krhn. Bahkan Krhn yang pernah juga bermain untuk inter harus menekel si Traktor hingga terjatuh.
Itu masalah usia produktif sang pemain. Ada lagi hal yang saya rasa lebih penting dalam hal profesionalisme adalah kesetiaan pada klub. Pemain yang sering berpindah pindah klub pada akhirnya akan mudah dilupakan orang ketimbang pemain yang merumput lama di satu klub. Tidak percaya? Tengok saja, Christian Vieri. Ia adalah predator menakutkan di masa jayanya, namun ia kini dilupakan orang. Kenapa? Karena Vieri terlampau sering berganti-ganti klub. Total 14 klub sudah pernah dibela oleh sang bomber yang akrab disapa “bobo” ini hingga tahun 2009. Namun kini, tampaknya sudah banyak yang lupa padanya.


Namun Vieri tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh Carlos Tevez. Pria ini baru saja memulai permusuhan dengan klubnya sendiri, Manchester City dengan tidak mau diturunkan di laga City melawan Bayern Muenchen di liga champion. Sebelumnya, Tevez mengungkapkan keluarganya tak betah tinggal di Manchester dan ingin kembali ke kampong halaman.
Menilik kebelakang, Teves secara mengejutkan pindah dari Boca Juniors di Argentina ke Corintians di Brazil. Padahal saat itu Argentina baru saja terlibat duel sengit dengan Brazil di copa America. Dari Corintians Tevez hijrah ke premier liga bergabung bersama West Ham United.  Paket Tevez dan Mascerano ke West Ham terbukti bermasalah dan West Ham diminta membayar 5.5 Juta Pounsterling.
Tak lama berselang, Teves merumput di Mancester United dan terbukti Tevez sukses bersama United. Namun meski begitu tidak selamanya Tevez menjadi pemain inti di United. Tim ini dihuni banyak striker wahid dan tentunya perlu adanya rotasi di jadwal kompetisi yang sangat padat. Tevez pun tak betah, Tevez menganggap United tidak hormat padanya dan menutuskan hengkang ke Manchester City rival abadi United.
Sepertinya Tevez akan lama di City, karena di City Tevez adalah tulang punggung klub dan mempersembahkan gelar Piala FA musim lalu plus Tevez adalah kapten tim. Lengkap sudah peran Tevez. Namun semua berubah sejak Tevez mengutarakan keinginannya pindah dari City. Sontak kesetiaan Tevez makin diragukan meski akhirnya Tevez memutuskan tetap bertahan. Tevez dilepas dari jabatan kapten tim digantikan Vincent Kompany pun juga Tevez sering duduk di bangku cadangan karena City sudah memiliki sosok Sergio Aguero yang tak kalah hebat dari Tevez.
Mungkin Tevez merasa kembali tak betah tinggal di City, hingga ketika Roberto Mancini hendak memainkannya sebagai pengganti kontra Muenchen, Tevez menolaknya meski sang pemain membantah telah menolak permintaan sang pelatih.
So, Tevez, mau kemana lagi kamu? Moga-moga ga ke inter deh. Karena dimanapun kamu main jika tidak merubah sikapmu, maka hasilnya akan sama saja.